Senin, 07 Januari 2013

Proyek-proyek Sistem Informasi Manajemen ( Dosen : Dr. Wonny A. Ridwan SE.,MM)

1. Bab 2 Proyek Web/HTML Menggunakan Microsoft FrontPage
Download this file

2. Bab 3 Proyek Web/HTML Menggunakan Notepad
Download this file

3. Bab 4  Formulir Survey WEB/HTML Siswa
Download this file

4. Bab 5  Formulir Pembelian Buku WEB/HTML
Download this file

5. Bab 6 Dasar-dasar Spreadsheet
Download this file

6. Bab 7 Spreadsheet Dengan Penyimpanan Data
Download this file

7. Bab 8 Spreadsheet Dengan Menyimpan Data-Contoh College Computing 
Download this file

8. Bab 9 Formulir dan Laporan Basis Data
Download this file

9. Bab 10 Query Basis Data-Basis Data Textbook
Download this file

10. Bab 11 Query Basis Data-Basis Data ClassProjects
Download this file

11. Bab 12 Laporan Berdasarkan Query
Download this file

Sumber :
Judul Buku : Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10)
Pengarang : Raymond McLeod Jr dan George P. Schell
Penerbit  : Salemba Empat

Teori-teori Sistem Informasi Manajemen ( Dosen : Dr. Wonny A. Ridwan SE.,MM.)

1. Bab 1 Pengantar Sistem Informasi
download this file

2. Bab 2 Sistem Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif
Download this file

3. Bab 3 Menggunakan Teknologi Informasi Dalam Menjalankan Perdagangan Elektonic (E-Commerce)
Download this file

4. Bab 4 Penggunaan dan Pengembangan Sistem
Download this file

5. Bab 5 Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi
Download this file

6. Bab 6 Sistem Manajemen Basis Data
Download this file

7. Bab 7 Pengembangan Sistem
Download this file

8. Bab 8 Informasi Dalam Praktek
Download this file

9. Bab 9  Keamanan Informasi
Download this file

10. Bab 10 Implikasi Etis dari Teknologi Informasi
Download this file

11. Bab 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Download this file

Sumber :
Judul Buku : Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10)
Pengarang : Raymond McLeod Jr dan George P. Schell
Penerbit  : Salemba Empat

Kamis, 03 Januari 2013

manajemen pemasaran bab 12, 13, 14, 15, 16


BAB a12 MENENTUKAN STRATEGI PRODUK
v  Karakteristik dan Klasifikasi Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, dll.
Tingkat Produk: Hierarki Nilai Pelanggan
Setiap tingkat menambah nilai pelanggan yang besar, dan kelimanya merupakan bagian dari hierarki nilai pelanggan.
§  Pada tingkat dasar adalah manfaat inti.
§  Pada tingkat kedua, pemasar harus mengubah manfaat inti menjadi produk dasar.
§  Pada tingkat ketiga, pemasar mempersiapkan produk yang diharapkan.
§  Pada tingkat keempat, pemasar menyiapkan produk tambahan.
§  Pada kelma adalah produk potensial.
Klasifkas Produk
KETAHANAN DAN KEBERWUJUDAN Pemasar menggolongkan produk menjadi tiga kelompok menurut ketahan dan keberwujudan:
1.    Barang-barang yang tidak tahan lama
2.    Barang tahan lama
3.    Jasa
KLASIFIKASI BARANG KONSUMEN Kami mengklasifikasikan sejumlah barang yang dibeli konsumen berdasarkan kebiasaan belanja, seperti barang sehari-hari, barang belanja, barang khusus  dan barang yang tak dicari.
KLASIFIKASI BARANG INDUSTRI Barang industry dapat diklasifikasikan berdasarkan biaya relative mereka dan bagaimana mereka memasuki proses produksi: bahan dan suku cadang, barang modal serta pasokan dan layanan bisnis.
v  Diferensiasi
Diferensiasi Produk
BENTUK Banyak produk dapat diferensiasikan berdasarkan bentuk- ukuran, bentuk, atau struktur fisik produk.
FITUR Sebagian besar produk dapat ditawarkan dengan memvariasikan fitur yang melengkapi fungsi dasar mereka.
PENYESUAIAN Peamasar dapat mendiferensiasikan produk dengan menyesuaikan produk tersebut dengan keinginan perorangan.
KUALITAS KINERJA adalah tingkat dimana karakteristik utama produk beroperasi. Sebagian besar produk diterapkan pada satu dari empat tingkat kerja: rendah, rata-rata, tinggi atau uunggul.
KUALITAS KESESUAIAN Pembeli mengharapkan produk mempunyai kualitas kesesuaian yang tinggi, yaitu tingkat dimana semua unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan.
KETAHANAN Ukuran umur operasi harapan produk dalam kondisi biasa atau penuh tekanan, merupakan atribut berharga untuk produk-produk tertentu.
KENDALA Pembeli biasanya akan membayar lebih untuk produk yang lebih dapat diandalkan. Kendala adalah ukuran probabilitas bahwa produk tidak akan mengalami malfungsi atau gagal dalam periode waktu tertentu.
KEMUDAHAN PERBAIKAN adalah ukuran kemudahan perbaikan produk ketika produk itu tidak berfungsi atau gagal.
GAYA menggambarkan penampilan dan rasa produk kepda pembeli.
DESAIN
Desain adalah totalitas fitur yang mempengaruhi tampilan, rasa dan fungsi produk berdasarkan kebutuhan pelanggan. Desain sangat penting terutama dalam [embuatan dan pemasaran jasa eceran, busana, barang kemasan, dan peralatan tahan lama.
Diferensiasi Jasa
Ketika produk fisik tidak mudah didiferensiasikan, kunci keberhasilan kompetitif mungkin terletak pada menambah layanan yang bernilai dan meningkatkan kualitas mereka.
Diferensiator jasa yang uatama adalah kemudahan pesanan, pengiriman, instalasi, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, serrta [emeliharaan dan perbaikan.
KEMUDAHAN PEMESANAN mengacu pada seberapa mudah pelanggan menempatkan pesanan dengan prusahaan.
PENGIRIMAN mengacu pada seberapa baik produk atau jasa dibawa ke pelanggan.
INSTALASI  mengacu pada pekerjaan yang dilakukan untuk membuat produk beroperai di lokai yang di rencanakan.
PELATIHAN PELANGGAN mengacu pada pelatihan karyawan pelanggan untuk menggunakan peralatan pemasook dengan benar dan efisien.
KONSULTASI PELANGGAN  mengacu pada data, system informasi, dan layanan nasihat yang ditawarkan penjual kepada pembeli.
PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN menggambarkan program layanan untuk membantu pelanggan mempertahankan produk yang dibeli dalam kondisi yang baik.
PENGEMBALIAN Meski pengembalian produk pasti merisaukan pelanggan, produsen, pengecer, dan distributor, pengembalian juga menjadi realitas tal terhindarkan dari bisnis, terutama pembelian online.
Kita dapat memikirkan pengembalian produk dalam dua cara, yaitu pengembalian yang dapat dikendalikan dan pengembalian yang tidak dapat dikendalikan.
v  Hubunngan Produk dan Merek
Hierarki Produk
Hierarki produk membentang dari kebutuhan dasar sampai barang tertentu yang memuaskan kebutuhan tersebut. Kita dapat mengidentifikasi enam tingkat hierarki produk, dengan menggunakan asuransi jiwa sebagai contohnya.
1.    keluarga kebutuhan
2.    keluarga produk
3.    kelas produk
4.    lini produk
5.    jenis produk
6.    barang
System dan Bauran Produk
System Produk adalah kelompok barang yang berbeda tetapi berhubungan dan berfungsi dengan cara yang kompatibel. Bauran produk disebut juga pilihan produk adalah kumpulan semua produk dan barang  yang ditawarkan untuk dijual oleh penjual tertentu.
Bauran produk perusahaan mempunyai lebar, panjang, kedalaman, dan konsistensi tertentu.
§  Lebar  bauran produk mengacu pada berapa banyak lini produk berbeda yang dijual perusahaan.
§  Panjang bauran produk mengacu pada jumlah total produk dalam bauran.
§  Kedalaman bauran produk mengacu pada banyaknya varian  yang ditawarkan masing-masing produk dalam lini.
§  Konsistensi dari bauran produk mengacu seberapa dekat hubuingan dari berbagai lini produk pada pengguna akhir, persyaratan produksi, saluran distribusi atau dengan cara lain.
Analisis Lini Produk       
Manajer lini produk harus mengetahui penjualan dan laba setiap item dalam lini mereka untuk menentukan item mana yang akan dibuat, dipertahankan, dipanen, atau didivestasikan. Mereka juga harus memahami profil pasar setiap lini produk.
PENJUALAN DAN LABA
Perusahaan dapat mengklasifikasikan produknya menjadi empat tipe yang menghasilkan berbagai margin kotor, tergantung pada volume dan promosi penjualan.
§  Produk inti.
§  Produk dasar.
§  Produk khusus.
§  Barang sehari-hari.
Intinya adalah bahwa perusahaan harus menyadari bahwa item-item ini mempunyai potensi berbeda karena harganya lebih mahal atau lebih sering diiklankan sebagai cara untuk meningkatkan penjualan atau margin mereka atau keduanya.
PROFIL PASAR manajer lini produk harus meninjau bagaimana lini itu diposisikan terhadap lini pesaing.
Peta produk memperlihatkan item pesaing mana yang bersaing dengan barang perusahaan X. manfaat lini pemetaan produk adalah bahwa pemetaan produk mengidentifikasi segmen pasar. Analisis lini produk memberikan informasi dua bidang keputusan kunci- panjang lini produk dan penetapan harga bauran produk.
Panjang Lini Produk
Tujuan perusahaan mempengaruhi panjang lini produk. Salah satu tujuanna adalah menciptakan lini produk untuk mendorong penjualan ke atas. Perusahaan memperpanjang lini produknya dengan dua cara: perpanjangan lini dan pengisian lini.
PERPANJANGAN LINI terjadi ketika perusahaan memperpanjang lini produknya diluar kisarannya saat ini. Perusahaan dapat memperpanjang lininya kebagian bawah pasar, bagian atas pasar, atau keduanya.
PENGISIAN LINI perusahaan juga dapat memperpanjang lini produknya dengan menambahkan lebih banyak barang dalam kisaran saat ini. Pengisian lini disebut berlebihan apabila menghasilkan kanibalisasi diri dan kebingungan pelanggan.  Perusahaan harus mendiferensiasikan setiap item dalam pikiran konsumen dengan perbedaan yang mudah diperhatikan.
MODERNISASI, PENAMPILAN, DAN PENGURANGAN LINI Liniproduk harus dimodernisasi. Masalahnya adalah apakah akan memperbaiki sepotong-sepotong atau seluruhnya sekaligus. Pendekatan sepotong-sepotong memungkinkan perusahaan melihat bagaimana sambutan pelanggan dan penyaklur terhadap gaya baru. Pendekatan ini juga tidak terlalu menguras arus kas perusahaan, tetapi juga memungkinkan pesaing melihat perubahan dan mulai merancang kembali lini mereka sendiri.
Penetapan Harga Bauran Produk
Dalam penetapan harga bauran produk, perusahaan mencari sekumpulan harga yang memaksimalkn laba keseluruhan bauran. Penetapan harga itu sulit karena berbagai produk mempunyai permintaan dan biaya yang saling terkait dan terpapar pada berbagai tingkat persaingan.
PENETAPAN HARGA LINI PRODUK perusahaan biasanya mengembangkan lini produk alih-alih mengembangkan produk tunggal serta memperkenalkan jenjang harga.
PENETAPAN HARGA FITUR OPSIONAL banyak perusahaan menawarkan produk opsional, fitur, dan layanan beserta produk utama mereka.
PENETAPAN HARGA PRODUK TERIKAT Beberapa produk harus menggunakan produk tambahan, atau produk terikat.
PENETAPAN HARGA DUA BAGIAN Perusahaan jasa terlibat dalam penetapan harga dua bagian, yang terdiri dari biaya tetap ditambah biaya penggunaan variable.
PENETAPAN HARGA PRODUK SAMPINGAN Produk barang tertentu serimg menghasilkan produk sampingan. Jika produk sampingan mempunyai nilai bagi sekelompok pelanggan, produk sampingan tersebut harus ditetapkan harganya berdasarkan nilainya.
PENETAPAN HARGA PAKET PRODUK Penjual sering memaketkan produk dan fitur. Pemaketan murni terjadi ketika perusahaan menawarkan produknya hanya sebagai paket. Dalam pemaketan sempurna, penjual menawarkan barang baik secara individu atau dalam satu paket.
Co-Branding dan Penetapan Merek Bahan Baru
CO-BRANDING Pemasar sering menggabungkan produk mereka dengan produk dari perusahaan lain dengan berbagai cara. Dalam co-branding disebut juga penetapan dua merek atau penetpn merek gabungan. Dua atau lebih merek terkenal digabungkan menjadi satu produk bersama atau dipasarkan bersama dalam beberapa cara. Kelebihan utama co-branding adalah bahwa sebuah produk dapat diposisikan secara meyakinkan melalui kelebhan berbagai merek lainnya. Kekuarangan potensial co-branding adalah risiko dan kurangnya kendali untuk terhubung dengan merek lain dalam pikiran konsumen. Agar co-branding dapat berhasil, kedua merek itu harus mempunyai ekuitas merek yang terpisah-kesadaran merek yang cukup besar dan citra merek yang cukup positif.
PENETAPAN EREK BAHAN BAKU adalah kasus khusus co-branding. Penetapan merek bahan baku menciptakan ekuuitas merek bagi bahan, komponen, atau suku cadang yang selalu terkandung dala produk bermerek lainnya.
v  Pengemasan, Pelabelan, Jaminan, dan Garansi
Pengemasan
Kita mendefinisikan pengemasan sebagai semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk sebuah produk. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Dalam perspektif  perusahaan dan konsumen, kemasan harus mencapai sejumlah tujuan:
1.    Mengidentifikasi merek.
2.    Mengekspresikan informasi deskriptif dan persuasif.
3.    Memfasilitasi transportasi dan perlindungan produk.
4.    Membantu penyimpanan di rumah.
5.    Membantu konsumsi produk.
Pelabelan
            Label melaksanakan beberapa fungsi. Pertama, label mengidentifikasi produk atau merek. Label juga dapat memeringkat produk. Label juga dapat menggambarkan produk. Terakhir, label juga dapat mempromosikan produk melalui grafis yang menarik. Label pada akhirya menjadi ketinggalan zaman dan harus disegarkan.
Jaminan dan Garansi
Jaminan adalah pernyataan resmi kinerja produk yang diharapkan oleh produsen. Produk dengan jaminan dapat dikembalikan kepada produsen atau dibawa kepusat perbaiki, diganti, atau dikembalikan uangnya. Baik tertulis maupun tersirat, jaminan tunduk pada hukum. Perluasan jaminan bisa menjadi sangant menguntungkan bagi produsen dan pengecer.
























BAB 13 MERANCANG DAN MENGELOLA JASA
v  Sifat  Jasa
Industri Jasa Ada di Mana-mana
Jasa/layanan (service) adalah semua tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain yang pada intinya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Meskipun demikian, banyak jasa yang tidak mencakup produk fisik, dan kini banyak perusahaan jasa murni yang menggunakan internet untuk menjangkau pelanggan.
Kategori Bauran Jasa
Komponen jasa bisa menjsadi bagian kecil atau besar dari keeseluruhan penawaran . kami membedakannya menjadi 5 kategori penawaran:
1.    Barang berwujud murni
2.    Barang berwujud yang disertai jasa
3.    Hibrida
4.    Jasa utama yang disertai barang dan jasa kecil
5.    Jasa murni
Kisaran penawaran jasa membuat kita sulit melakukan generalisasi tanpa pembedaan lebih lanjut.
§  Jasa bervariasi
§  Perusahaan jasa dapat memilih diantara berbagai proses untuk menghantarkan layanan mereka.
§  Beberapa jasa membutuhkan kehadiran klien.
§  Jasa harus memenuhi kebutuhan pribadi atau kebutuhan bisnis.
§  Penyedia jasa mempuyai tujuan dan kepemilikan yang berbeda.
Berbagai Karakteristik Jasa         
Jasa mempunyai empat karakteristik berbeda yang sangat mepengaruhi desain program pemasaran:
TAK BERWUJUD Tidak seperti produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasakan, diraba, didengar atau dibaui sebelum jasa itu dibeli. Perusahaan jasa dapat berusahan mendemonstrasikan kualitas jasa mereka melalui bukti fisik dan presentasi. Perusahaan jasa dapat mewujudkan strategi positioning ini melalui sejumlah sarana pemasaran: Tempat, Orang, Peralatan, Bahan komunikasi, Simbol harga.
TAK TERPISAHKAN Sementara barang fisik dibuat, dimasukkan dalam persediaan, didistribusikan melalui  berbagai perantara, dan dikonsumsi kemudian, jasa umumnya diproduksi dan dikonsumsi sekaligus.
BERVARIASI Karena kualitas jasa tergantung pada siapa yang menyediakannya, kapan dan dimana dan kepada siapa, jasa sangat bervariasi. Pembeli jasa menyadari variabilias ini dan sering membicarakannya dengan orang lain sebelum memilih penyedia jasa. Untuk meyakinkan pelanggan, beberapa perusahaan menawarkan garansi jasa yang dapat mengurangi persepsi konsumen tentang resiko. Berikut ini tiga langkah yang dapat diambil perusahaan jasa untuk meningkatkan kendali kualitas.
1.    Berinvestasi dalam prosedur ketenagakerjaan dan pelatihan yang baik.
2.    Menstandarisasikan proses kinerja jasa di seluruh organisasi.
3.    Mengamati kepuasan pelanggan.
DAPAT MUSNAH Jasa tidak dapat disimpan, jadi dapat musnahnya jasa bisa menjadi masalah ketika permintaan berfluktuasi.
Beberapa strateggi dapat menghasilkan kesesuaian yang lebih baik antara permintaan dan penawaran dalam bisnis jasa. Pada sisi permintaan:
§  Penetapan harga diferensial akan mengalihkan beberapa permintaan dari periode puncak ke periode sepi.
§  Permintaan nonpuncak dapat dimaksimalkan.
§  Sistem revarasi adalah sebuah cara untuk mengatur tingkat permintaan.
Pada sisi penawaran:
§  Karyawan paruh waktu dapat melayani permintaan puncak.
§  Efisiensi rutinitas periode puncak memungkinkan karyawan hanya melakukan tugas-tugas penting sepanjang periode puncak.
§  Peningkatan partisipasi konsumen dapat didorong.
§  Berbagi jasa dapat meningkatka penawaran.
§  Fasilitas untuk ekspansi masa depan bisa menjadi investasi yang bagus.

v  Strategi Pemasaran untuk Perusahaan Jasa
Perubahan hubungan pelanggan              
Meskipun demikian, tidak semua perusahaan berinvestasi dalam penyediaan jasa yang unggul, setidaknya tidak kepada semua pelanggan.
TINGKAT LABA Perusahaan telah memutuskan untuk meningkatkan iuran dan menurunkan pelayanan kepada pelanggan kecio dan melindungi pembelanja besar untuk mempertahankan dukungan mereka selama mungkin.
PEMBERDAYAAN PELANGGAN Pelanggan menjadi lebih rumit ketika membeli jasa pendukung produk dan menginginkan “penguraian jasa”. Mereka mungkin menginginkan harga terpisah untuk setiap elemen jasa dan hak untuk memilih elemen yang mereka inginkan.
COPRODUCTION Realitasnya adalah bahwa pelanggan tidak hanya membeli dan menggunakan jasa, mereka memainkan peran aktif dalam penghantaran jasa itu pada setiap langkah. Mencegah kegagalan jasa agar tidak terjadi atau mulai terjadi adalah hal yang sangat penting, karena pemulihan jasa selalu menantang.


Pemasaran Holistik untuk  Jasa
Pemasaran holistik untuk jasa membutuhkan pemasaran eksternal, internal dan interaktif. Pemasaran eksternal  menggambarkan pekerjaan persiapan, penetapan dan promosi normal sebuah jasa kepada pelanggan.
v  Mengelola Kualitas Jasa
Kualitasa jasa perusahaan diuji pada setiap pelaksanaan jasa.
Harapan Pelanggan
Pelanggan membentuk ekspektasi jasa dari banyak sumber, seperti pengalaman masa lalu, berita dari mulut ke mulut, dan iklan. Secara umum, pelanggan membandingkan jasa anggapan dengan jasa yang diharapkan. Model ini mengidentifikasi lima kesenjangan yangbmenyebabkan kegagalan pengiriman jasa:
1.    Kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen
2.    Kesenjangan antara persepsi manajemen dan spesifikasi kalitas jasa
3.    Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penghantaran jasa
4.    Kesenjangan antara penghantaran jasa dan komunikasi eksternal
5.    Kesenjangan antara jasa anggapan dan jasa yang diharapkan
Berdasarkan model kualitas jasa ini, periset mengidentifikasi lima determinan kualitas jasa berikut ini, berdasarkan urutan arti pentingnya, yaitu keandalan, responsivitas, jaminan, empati, wujud.
Praktik Terbaik Manajemen Kualitas Jasa
KONSEP STRATEGIS Perusahaan jasa terkemuka “terobsesi dengan pelanggan”. Mereka mempunyai kepekaan yang jelas terhadap pelanggan sasaran dan kebutuhan pelanggan.
KOMITMEN MANAJEMEN PUNCAK Perusahaan seperti Disney mempunyai komitmen menyeluruh terhadap kualitas jasa.
STANDAR TINGGI Penyedia jasa terbaik menetapkan standar kualitas jasa yang tinggi.
TEKNOLOGI SWALAYAN Konsumen menilai kenyamanan jasa. Banyak interaksi jasa antar manusia digantikan oleh teknologi swalayan.
MENGAWASI SISTEM Perusahaan terkemuka mengaudit kinerja jasanya, baik kinerja mereka sendiri maupun pesaingnya, secara teratur.
MEMUASKAN KELUHAN PELANGGAN Semua keluhan adalah karunia bila ditangani dengan baik. Perusahaan yang mendorong pelanggan yang kecewa untuk mengajukan keluhan-dan juga memberdayakan karyawan untuk memulihkan situasi di tempat-telah dicapai pendapatan yang lebih tinggi dan laba yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang tidak mempunyai pendekatan sistematis untuk mengatasi kegagalan jasa.
MEMUASKAN KARYAWAN DAN PELANGGAN SEKALIGUS Perusahaan jasa yang bagus tahu bahwa sikap karyawan yang positif akan mendorong kesetiaan pelanggan yang lebih kuat. Menanamkan orientasi pelanggan yang kuat dalam diri karyawan juga dapat meningkatkan kepuasa kerja dan komitmen mereka.
v  Mengelola Merek  Jasa
Mendiferensiakian Jasa
Pemasar jasa sering mengeluh tentang sulitnya mendiferesiasikan jasa mereka. Meskipun demikian, pemasar dapat , mendiferesiasikan penawaran jasa mereka dalam banyak cara, melalui orang dan proses menambah nilai. Penawaran bisa mencakup fitur-fitur inovatif. Apa yang diharapkan pelanggan disebut paket jasa primer. Penyedia jasa dapat menambahkan fitur jasa sekunder ke dalam paket.
Mengembangkan Strategi Merek untuk Jasa
MEMILIH ELEMEN MEREK Karena jasa tidak berwujud, dan karena pelanggan sering membuat keputusan dan pengaturan tentang jasa di tempat yang jauh dari lokasi jasa sebenarnya, pengingat merek menjadi sangat penting. Jadi nama merek yang mudah diingat menjadi penting.
MENETAPKAN DIIMENSI CITRA Mengingat sifat manusiawi dari jasa, tidak mengejutkan jika keoribadian merek merupakan dimensi citra yang penting untuk jasa.
MENRENCANAKAN STRATEGI PENETAPAN MEREK Terakhir, jasa juga harus mempertimbangkan pengembangan hierarki merek dan portofolio merek yang memungkinkan positioning dan membidik segmen pasar berbeda. Pemasar dapat menetapkan merek kelas jasa secara vertikal berdasarkana harga dan kualitas.
v  Mengelola Jasa Pendukung Produk
Mengidentifikasi dan Memuaskan Kebutuhan Pelanggan
Pelanggan mempunyai tiga kekhawatiran khusus:
§  Mereka khawatir tentang keandalan dan frekuensi kegagalan.
§  Mereka khawatir tentang waktu henti.
§  Mereka khawatir tentang biaya yang keluar.
Pembeli memperhitungkan semua faktor ini dan berusaha memperkirakan biaya siklus hidup , yaitu biaya pembelian produk ditambah biaya pemeliharaan dan perbaikan didiskontokan dikurangi nilai sisa didiskontokan.
Untuk memberikan dukungan terbaik, produsen harus mengidentifikasi nilai yang paling dihargai pelanggan dan arti penting relatif mereka. Dalam kasus peralartan mahal,  produsen menawarkan untuk memfasilitasi jasa seperti instalasi, pelatihan staf, jasa pemeliharaan dan perbaikan, serta biaya.


Strategi Jasa Purnajual
Kualitas departemen layanan pelanggan sangat beragam. Pada salah satu sisi, ada departemen yang hanya menyalurkan penggilan pelanggan ke orang atau departemen yang tepat untuk mendapatkan tindakan, dengan sedikit tindak lanjut.
EVOLUSI LAYANAN PELANGGAN Produsen biasanya memulai dengan menjalankan departemen suku cadang dan layanan mereka sendiri. Mereka ingin tetap dekat dengan peralatan dan mengetahui masalahnya. Seiring waktu, produsen mengalihkan lebih banyak jasa pemeliharaan dan perbaikan ke distributor dan penyaluran resmi.
IMPERATIF LAYANAN PELANGGAN Meskipun demikian, pilihan layanan pelanggan meringkat pesat, dan produsen peralatan harus semakin sering menemukan cara menghasilkan uang untuk peralatan mereka, diluar kontak jasa.



















BAB 14 MENGEMBANGKAN STRATEGI DAN PROGRAM PENETAPAN HARGA
v  Memehami Penetapan Harga
Harga bukan hanya angka-angka dilabel harga. Harga mempunyai banyak bentuk dan melaksanakan banyak fungsi. Dulu, harga beroperasi sebagai determinan utama pilihan pembeli.
Lingkungan Penetapan Harga yang Berubah
Praktik penetapan harga telah mengalami perubahan besar tahun-tahun terakhir. Banyak perusahaan melawan kecenderungan harga yang rendah dan berhasil mendorong konsumen membeli produk dan jasa yang kebih mahal dengan menggabungkan formulasi produk unik yang melibatkan kampanye pemasaran.
Pembeli bisa:
§  Mendapatkan perbandingan harga secara langsung dari ratusan pemasok.
§  Menyebutkan harga mereka dan berusaha membuatnya dipenuhi penjual.
§  Mendapatkan produk secara gratis.
Penjual dapat:
§  Mengamati perilaku pelanggan dan menghantarkan penawaran kepada perorangan.
§  Memberikan akses untuk harga khusus kepada pelanggan tertentu.
§  Mengasosiasikan harga di lelang dan bursa online.
Bagaimana Perusahaan Menetapkan Harga
Perusahaan melakukan menetapkan harga dengan berbagai cara. Di perusahaan kecil, harga sering ditentukan oleh atasan. Di perusahaan besar, penetapan harga ditangani oleh manajer divisis dan manajer lini produk.
Psikologi Pelanggan dan Penetapan Harga
Banyak ekonom mengasumsikan bahwa konsumen adalah “penetapan harga” dan menerima harga pada “nilai muka” atau sesuai yang diberikan. Keputusan pembelian didasarkan pada bagaimana konsumen menganggap harga dan berapa harga aktual saat ini yang mereka perimbangkan- bukan harga yang dinyatakan pemasar.
HARGA REFERENSI Riset memperlihatkan bahwa meskipun konsumen mungkin mempunyai pengetahuan yang cukup banyak tentang kisaran harga yang terlibat, ternyata harga sedikit konsumen yang dapat mengingat harga spesifik produk secara akurat. Ketika konsumen mengingat satu atau lebih kerangka referensi ini, harga anggapan mereka dapat bervariasi dari harga yang dinyatakan.
ASUMSI HARGA-KUALITAS Banyak konsuman penetapan harga menggunakan harga sebagai indikator kualitas. Penetapan harga pencitraan sangat efektif untuk produk sensitif ego seperti parfum, mobil. Beberapa merek mengadopsi ekslusivitas dan kelangkaan sebagai sarana untuk menekankan keunikan dan membenarkan penetapan harga premium.
AKHIRAN HARGA Banyak penjual yakin harga harus berakhir dengan angka ganjil. Pelanggan melihat barang dengan $299 berada dalam kisaran $200 dan bukan $300.
Menetapkan Harga
Perusahaan harus menetapkan harga pada saat pertama kali mereka mengembangkan produk baru, ketika perusahaan memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau wilayah geografis baru, dan ketika perusahaan memasukkan penawaran pekerjaan kontrak baru. Perusahaan harus memutuskan dimana perusahaan akan memposisikan produknya berdasarkan kualitas dan harga.
Perusahaan harus mempertimbangkan banyak faktor  dalam menetukan kebijakan penetapan harganya, antara lain:
Langkah 1: Memilih Tujuan Penetapan Harga
Mula-mula perusahaan memutuskan dimana perusahaan ingin memposisikan penawaran pasarnya.
KEMAMPUAN BERTAHAN Perusahaan mengejar kemampuan bertahan sebagai tujuan utama mereka jika mereka mengalami kelebihan kapasitas, persaingan ketat.
LABA SAAT INI MAKSIMUM Banyak perusahaan berusaha menetapkan harga yang akan memaksimalkan laba saat ini.
PANGSA PASAR MAKSIMUM Beberape perusahaan ingin memaksimalkan pangsa pasar mereka. Mereka menetapkan harga terendah, mengasumsikan pasar sensitif terhadap harga.
PEMERAHAN PASAR MAKSIMUM Perusahaan mengungkapkan teknologi baru yang menetapkan harga tinggi untuk memaksimalkan memerah pasar.
KEPEMIMPINAN KUALITAS PRODUK Perusahaan mungkin berusaha menjadi pemimpin kualitas produk di pasar.
TUJUAN LAIN Apa tujuan khususnya, bisnis yang menggunakan harga sebagai alat strategis akan menghasilkan lebih banyak laba dibandingkan bisnis yang hanya membiarkan biaya atau pasar menetukan penetapan harga mereka.
Langkah 2: Menentukan Permintaan
Setiap harga akan mengarah ke tignkat permintaan yang berbeda dan karena itu akan memiliki berbagai dampak pada tujuan pemasaran perusahaan.
SENSIVITAS HARGA Kurva permintaan memperlihatkan kemungkinan kuantitas pembelian pasar pada berbagai pilihan harga. Kurva ini menjumlahkan reaksi banyak orang yang mempunyai berbagai sensitivitas harga.
MEMPERKIRAKAN KURVA PERMINTAAN Sebagian besar perusahaan mengukur krva permintaan mereka dengan menggunakan beberapa metode yang berbeda. Kemajuan manajemen database telah meningkatkan kemampuan pemasar untuk mengoptimalkan penetapan harga.
ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN Pemasar harus tahu seberapa respontif, atau elastis, permintaan akan mengubah harga. Semakin tinggi elastisitas, semakin besar pertumbuhan volume yang dihasilkan dari pengurangan harga sebesar 1%. Elastisitas harga tergantung pada besaran dan arah perubahan harga terkontemplasi.
Langkah 3: memperkirakan Biaya
Permintaan menetapkan batas harga yang dapat dikenakan perusahaan untuk produknya. Biaya menetapkan batas bawah.
JENIS-JENIS BIAYA DAN TINGKAT PRODUKSI Biaya perusahaan mempunyai dua bentuk, biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel adalah viaya yang tidak bervariasi dengan tingkat produksi atau pendapatan penjualan. Biaya total terdiri dari jumlah baiya tetap dan biaya variabel untuk tingkat produksi tertentu.
PRODUKSI YANG TERAKUMULASI Misalkan TI menjalankan pabrik yang memproduksi 3.000 kalkulator tangan per hari. Ketika TI mendapatkan pengalaman memproduksi kalkulator, metodenya semakin baik. Tetapi penetapan harga berdasarkan kurva pengalaman mendukung resiko besar. Penetapan harga agresif bisa memberikan citra murah pada produk.
KALKULASI BIAYA TARGET Biaya berubah sesuai skala produksi dan pengalaman. Biaya juga dapat berubah akibat usaha terkonsentrasi oleh perancang, insinyur, dan agen pembelian untuk mengurangi biaya tersebut melalui kalkulasi biaya target.
Langkah 4: Menganalisis Biaya, Harga, dan Penawaran Pesaing
Dalam kisaran kemungkinan harga yang ditentukan oleh permintaan pasar dan biaya perusahaan, perusahaan harus memperhitungkan biaya, harga, dan kemungkinan reaksi harga pesaing. Pengenalan harga baru atau perubahan harga lama dapat memprovokasi respons dari pelanggan, pesaing dan lain-lain. Bagaimana perusahaan dapat mengantisipasi reaksi pesaing? Salah satu caranya adalah mengasumsikan pesaing bereaksi dalam cara standar terhadap harga yang ditetapkan atau diubah.
Langkah 5: Memilih Metode Penetapan Harga
Berdasarkan jadwal permintaan pelanggan, fungsi biaya, dan harga pesaing, kini perusahaan siap memilih harga. Perusahaan memilih metode penetapan harga yang mencakup satu atau lebih dari tiga pertimbangan ini.
PENETAPAN HARGA MARKUP Metode penetapan harga paling mendasar adalah menambah markup standar kebiaya produk. Perusahaan kontruksi memasukkan penawaran tender dengan memperkirakan total biaya proyek dan menambahkan markup standar untuk laba.
PENETAPAN HARGA TINGKAT PENGEMBALIAN SASARAN Dalam penetapan harga tingkat pengembalian sasaran, perusahaan menentukan harga yang akan menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi sasaranya.
PENETAPAN HARGA NIILAI ANGGAPAN Sekarang semakin banyak jumlah perusahaan yang mendasarkan harga mereka pada nilai anggapan pelanggan. Nilai anggapan terdiri dari beberapa elemen, seperti citra pembeli akan kinerja produk, dll.
PENETAPAN HARGA NILAI Dalam tahun-tahun terakhir, beberapa perusahaan telah menerapkan penetapan harga nilai. Salah satu jenis penetapan harga nilai yang penting adalah penetapan harga murah setiap hari, yang terjadi di tingkat eceran.
PENETAPAN HARGA GOING RATE Dalam penetapan harga going-rate, perusahaan mendasarkan sebagian besar harganya pada harga pesaing, mengenakan harga yang sama, lebih mahal, atau lebih murah dibandingkan harga pesaing utama.
PENETAPAN HARGA JENIS LELANG Penetapan harga jenis lelang tumbuh semakin populer terutama dengan pertumbuhan internet. Salah satu tujuan lelang yang utama adalah membuang persediaan berlebih atau barang bekas. Perusahaan harus menyadari tiga jenis lelang utama dan prosedur penetapan harga terpisah mereka.
§  Lelang Inggris (tawaran meningkat) satu penjual dan banyak pembeli.
§  Lelang belanda (tawaran menurun) satu penjual dan banyak pembeli atau satu pembeli banyak penjual.
§  Lelang tender tertutup adalah lelang dimana pemasok hanya dapat memberikan satu penawaran dan tidak dapat mengetahui penawaran lain.
Langkah 6: Memilih Harga Akhir                               
Metode penetapan harga mempersempit kisaran dari mana perusahaan hatus memilih harga akhirnya.
DAMPAK KEGIATAN PEMASARAN LAIN Harga harus memperhitungkan kualitas dan iklan merek relatif  terhapap kompetisi.
KEBIJAKAN PENETAAN HARGA PERUSAHAAN Harga harus konsisten dengan kebijakan penetapan harga perusahaan. Pada saat yang sama, perusahaan tidak menolak untuk menentukan penalti penetapan harga dibawah keadaan tertentu.
PENETAPAN HARGA BERBAGI KEUNTUNGAN DAN RISIKO Pembli mungkin tidak mau menerima proposal penjual karena tingkat resiko anggapan yang tinggi. Penjual mempunyai opsi menawarkan untuk menyerap sebagian atau semu resiko jika tidak menghantarka nilai yang dijanjikan secara penuh.
DAMPAK HARGA PADA PIHAK LAIN Manajemen juga harus mempertimbangkan reaksi pihak lain terhadap harga terkontemplasi. Pemasar harus  mengetahui hukum yang menganut penetapan harga.


v  Menyesuaikan Harga
Perusahaan biasanya tidak menetapkan satu harga, tetapi mengembangkan struktur penetapan harga yang merefleksikan variasi dalam permintaan dan biaya secara geografis, kebutuhan segmen pasar, waktu pembelian, tingkat pemesanan, dll.
Penetapan Harga Geografis (Tunai, Pertukaran, Barter)
Dalam penetapan harga secara geografis, perusahaan memutuskan bagaimana memberi harga kepada produknya untuk konsumen yang berbeda lokasi dan negara yang berbeda.
§  Barter. Pembeli dan penjual secara langsung bertukar barang, tanpa uang dan campur tangan pihak ke tiga.
§  Persetujuan kompensasi. Penjual menerima sebagian pembayaran secara tunai dan sisanya dalam bentuk barang.
§  Pengaturan pembelian kembali. Penjual menjual sebuah pabrik, peralatan atua teknologi ke negara lain dan menyetuji unutk menerima sebagian pembayaran dalam bentuk hasil produksi yang diproduksi dengan peralatan yang dipasok.
§  Offset. Penjual menerima pembayaran penuh secara tunai tetapi setuju untuk membelanjakan sejumlah uang didalam negara tersebut selama periode yang ditentukan.
Diskon Harga dan Insentif
Sebagian perusahaan akan menyesuaikan harga mereka dan memberikan diskon dan insentif untuk pembayaran dini, pembelian volume, dan pembelian diluar musim.
Penetapan Harga Promosi
Perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian dini: Penetapan harga pemimpin kerugian (loss-leader), Penetapan harga acara khusus, Rabat tunai, Pembiayaan berbunga rendah, Jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, Jaminan dan kontrak jasa, Diskon psikologis.
Penetapan Harga Terdiferensiasi
Diskriminasi harga Dalam diskrimasi harga tingkat pertama, penjual mengenakan harga terpisah kepada setiap pelangga tergantung pada intensitas perrmintaannya. Dalam diskriminasi harga tingkat kedua, penjual mengenakan harga yang tidak terlalu mahal kepada pembeli yang membeli volume yang lebih besar. Dalam diskriminasi harga tingkat tiga, penjual mengenakan jumlah yang berbeda terhadap berbagai kelas pembeli, seperti dalam kasus berikut: penetapan harga segmen pelanggan, penetapan harga bentuk produk, penetapan harga citra, penetapan harga saluran, penetapan harga lokasi, penentapan harga waktu.
v  Memulai dan Merespons Perubahan Harga
Perusahaan seringkali harus menurunkan atau menaikkan harga.

Memulai Penurunan Harga
Beberapa keadaan bisa menyebabkan perusahaan menurunkan harga. Salah satunya adalah kapasitas pabrik berlebih, dalam usahanya mendominasi, pasar melalui lebih murah. Meskipun demikian penutnan harga untuk mempertahankan pelanggan atau mengalahkan pesaing sering mendorong pelanggan menuntut konsensi harga dan melatih wiraniaga untuk menawarkannya. Strategi pe urunan harga bisa menyebabkan kemungkina jebakan lainnya: Jebakan kualitas rendah, Jebakan pangsa pasar yang rentan, Jebakan saku tipis, Jebakan perang harga.
Memulai Kenaikan Harga
Faktor lain yang menyebakan kenaikan harga adalah kelebihan permintaan. Harga dapat dinaikkan dengan cara berikut, masing-masing mempunyai dampak yang berbeda terhadap pembeli.
§  Penetapan harga kutipan tertunda (delayed quotation)
§  Klausa peningkatan harga (escalator clause)
§  Penguraian
§  Pengurangan diskon
Merespons Perubahan Harga Pesaing
Bagaimana perusahaan harus merespons penurunan harga yang dilakukan oleh pesaing? Umumnya, respons terbaik bervariasi sesuai situasi. Perusahaan harus mempertimbangkan tahap produk dalam daur hidup, arti pentingnya dalam portofolio perusahaan, maksud dan sumber daya pesaing, harga dan sensitivitas kualitas pasar, perilaku biaya dengan volume, dan peluang alternatif perusahaan.












BAB 15 MERANCANG DAN MENGELOLA SALURAN PEMASARAN TERINTEGRASI
v  Saluran Pemasaran dan Jaringan Nilai
Saluran pemasaran adalah sekelompk organisasi yang saling bergantung dan terlibat dalam proses pembuatan produk atau jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi.
Arti Penting Saluran
Sistem saluran pemasaran adalah sekelompok saluran pemasaran tertentu yang digunakan oleh sebuah perusahaan dan keputusan tentang sistem ini merupakan salah satu keputusan terpenting yang dihadapi manajemen. Saluran yang dipilih mempengaruhi samua keputusan pemasaran lainya.
Perkembangan Saluran
Perusahaan baru biasanya mulai beroperasi sebagai perusahaan lokal yang menjual di pasar yang cukup terbatas dengan menggunakan perantara yang ada. Jumlah perantara semacam itu cenderung terbatas, seperti: beberapa agen penjualan produsen.
Saluran Hibrida
Perusahaan yang berhasil saat ini juga melipatgandakan jumlah “kunjungan kepasar” atau saluran hibrida di banyak wilayah pasar. Perusahaan yang mengelola saluran hibrida harus memastikan bahwa saluran-saluran in bekerja sama dengan baik dan menyesuaikan diri dengan cara pelaksanaan bisnis yang disukai setiap pelanggan sasaran.
Memahami Kebutuhan Pelanggan
Harus disadari juga bahwa konsumen yang berbeda memiliki kebutuhan berbeda selama proses pembelian. Periset Nunes dan Cespedes berpendapat bahwa di banyak pasar, pembeli dibagi menjadi satu dari empat kategori.
1.    Pembelanja berdasarkan kebiasaan
2.    Pencari kesepakatan bernilai tinggi
3.    Pembelanja yang mencintai keragaman
4.    Pembelanja dengan keterlibatan tinggi
Jaringan Nilai
Pandangan yang lebih luas melihat perusahaan sebagai pusat jaringan nilai, yaitu sebuah sistem kemitraan dan aliansi yang diciptakan perusahaan untuk menyediakan, menambah, dan menghantarkan penawarannya.
Peran Saluran Pemasaran
Fungsi dan Aliran Saluran
Saluran pemasaran berfungsi untuk menggerakkan barang dari produsen ke konsumen. Beberapa fungsi membentuk aliran aktivitas ke depan dari perusahaan kepada pelanggan. Produsen yang menjula produk fisik dan jasa mungkin memerlukan tiga saluran: saluran penjualan, saluran pengiriman, dan saluran jasa.
Tingkat Saluran
Saluran tingkat nol terdiri dari produsen yang menjual langsung ke pelanggan akhir. Saluran biasanya menggambarkan pergerakkan produk ke depan dari sumber ke pengguna, tetapi ada juga saluran aliran terbalik. Saluran seperti ini penting dalam kasus berikut: (1) mengunakan kembali produk atau kemasan; (2)  memperbaiki ulang produk; (3) mendaur ulang produk; (4) membuang produk dan kemasan.
Saluran Sektor Jasa
Saluran pemasaran tidak terbatas pada distribusi barang fisik. Produsen jasa dan ide juga menghadapi masalah membuat jasa mereka tersedia dan dapat diakses oleh populasi sasaran.
v  Keputusan Rancangan Saluran
Perancangan sistem saluran pemasaran membutuuhkan analisis kebutuhan konsumen, menentukan tujuan saluran, serta mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif saluran utama.
Menganalisis Tingkat Output Jasa yang Diingunkan Pelanggan
Dalam merancang saluran pemasaran, pemasar harus memahami tingkat output jasa yang diinginkan pelanggan sasaran. Saluran menghasilkan lima output jasa: Ukuran lot, Waktu tunggu dan waktu pengiriman, Kenyamanan spasial, Keragaman produk, Dukungan layana.
Menentukan Tujuan dan Hambatan
Tujuan saluran bervariasi tergantung pada karakteristik produk. Produk yang dijual dalam jumlah besar, memerlukan saluran yang meminimalkan jarak pengiriman dan jumlah penanganan.
Mengidentifikasi dan Mengevaluasi Alternatif Saluran Utama
Perusahaan dapat memilih dari berbagai saluran untuk menjangkau konsumennya-dari tenaga penjual sampai agen.
JENIS-JENIS PERANTARA Perusahaan harus mengidentifikasi jenis-jenis perantara yang tersedia untuk melakukan pekerjaan salurannya.
JUMLAH PERANTARA Perusahaan harus memutuskan jumlah perantara yang akan digunakan pada setiap tingkat saluran.
SYARAT DAN TANGGUNG JAWAB ANGGOTA SALURAN Setiap anggota saluran harus diperlakukan dengan hormat dan memberikan peluang bagi saluran tersebut untuk menghasilkan keuntungan.
Mengevaluasi Alternatif Utama
KRITERIA EKONOMI Masing-masing alternatif saluran akan menghasilkan tingkat penjualan dan biaya yang berbeda pula.
KRITERIA KENDALI DAN ADAPTIF Jika menggunakan agen penjualan, perusahaan akan mendapatkan masalah dalam hal pengendalian.
Mengevaluasi Anggota Saluran
Produsen harus terus mengevaluasi kinerja perantara terhadap standar-standar seperti perolehan kuota penjualan.
Memodifikasi Rancangan dan Pengaturan Saluran
Produsen harus selalu meninjau dan melakukan modifikasi rancangan dan pengaturan salurannya.
v  Integrasi dan Sistem Saluran
Sistem Pemasaran Vertikal
Saluran pemasaran konvensional mencakup produsen independen, pedagang grosir dan  pengecer. Sistem pemasaran vertikal sebaliknya meliputi produsen, pedagang grosir dan pengecer yang bertindak sebagai satu sistem terpadu.
VMS KORPORAT Menggabungkan tehap produksi dan dsitribusi suksetif di bawah satu kepemilikan.
VMS TERADMINISTRASI Mengoordinasikan tahap produksi dan distribusi secara berturut-turut melalui ukuran dan kekuatan salah satu anggota.
VMS KONTRAKTUAL Terdiri dari perusahaan independen dengan berbagai tingkat produksi dan distribusi.
PERSAINGAN BARU DALAM PERDAGANGAN ECERAN Banyak pengecer independen yang tidak menerapkan VMS, mengembangkan toko khusus yang melayani segmen pasar khusus.
Sistem Pemasaran Horizontal
Perkembangan saluran lainnya adalah sistem pemasaran horizontal, dimana dua atau lebih perusahaan yang tidak berhubungan menyatukan sumber daya atau program untuk mengeksploitasi peluang pemasaran yang muncul.

Mengintegrasikan Sistem Pemasaran Multisaluran
Pemasaran multisaluran terjadi ketika sebuah perusahaan menggunakan dua atau lebih saluran pemasaran untuk menjangkau satu atau lebih segmen pelanggan. Sistem saluran pemasaran terintegrasi adalah salah satu sistem dimana strategi dan taktuk penjualan melalui satu saluran mencerminkan strategi dan taktik penjualan melalui saluran lain.
v  Konflik, Kerja Sama, dan Persaingan
Konflik saluran terjadi ketika suatu tindakan anggota saluran mencegah saluran lain dalam mencapai tujuannya. Koordinasi saluran terjadi ketika anggota saluran disatukan untuk meningkatkan tujuan saluran, berkebalikan dengan tujuan mereka sendiri yang mungkin berlawanan.
Penyebab Konflik Saluran
Beberapa penyebab konflik saluran mudah diselesaikan, lainnya tidak. Konflik bisa timbul dari: ketidakselarasan tujuan, peran dan hak yang tidak jelas, perbedaan persepsi, ketergantungan perantara pada produsen.
Mengelola Konflik Saluran
Ketika perusahaan menambah saluran untuk meningkatkan penjualan, perusahaan menanggung resiko terciptanya konflik saluran.
Dilusi dan Kanibalisai
Pemasar juga harus berhati-hati untuk tidak mendilusi merek mereka melalui saluran yang tidak tepat.
Masalah Hukum dan Etika dalam Hubungan Saluran
Kebanyakan , secara hukum perusahaan bebas mengembangjan pengaturan saluran yang sesuai dengan keinginan mereka.
v  Praktik Pemasaran E-Commerce
E-bussines menggambarkan penggunaan alat dan kerangka dasar elektronik untuk melaksanakan bisnis perusahaan. E-Commerce berarti bahwa perusahaan atau situs menawarkan untuk bertransaksi atau memfasilitasi penjualan produk dan jasa secara online.
Perusahaan Klik Murni
Ada beberapa perusahaan klik murni: mesin pencari, penyedia layanan internet, situs dagang, situs transaksi, situs konten, dan situs penggerak.
Perusahaan Bata-dan-Klik
Banyak perusahaan bata dan semen memperdebatkan apakah mereka harus menambahkan saluran e-commerce online karena takut jika penjual produk atau jassa ,ereka melalui saluran online akan menghasilkan konflik saluran dengan pengecer offline, agen, atau toko mereka sendiri.
M-Commerce
Konsumen dan pembisnis tidak lagi harus di depan komputer untuk mengirimkan dan menerima informasi. Yang mereka perlukan hanyalah telepon seluler atau personal digital assitant.
BAB 16 MENGELOLA PERDEGANGAN ECERAN, GORSIR, DAN LOGISTIK

v  Perdagangan Eceran
Perdagangan eceran termasuk semua aktivitas dalam menjual barang atau jasa langsing ke konsumen akhir untuk kebutuhan pribadi dan non bisnis. Pengecer adalahsemua badan usaha yang volume penjualannya terutama dagang dari penjualan eceran.
Jenis-jenis Pengecer
TINGKATAN LAYANAN Hipnotis roda-usaha-pengeceran menjelaskan alasan jenis toko baru timbul. Pengecer memosisikan diri mereka menawarkan satu dari empat tingkat layanan, yaitu swalayan, memilih sendiri, layanan terbatas, layanan penuh. Usaha eceran nontoko dibagi menjadi empat kategori utama: penjualan langsung, pemasaran langsung, mesin otomatis dan layanan pembelian.
PERDAGANGAN ECERAN KORPORAT Meskipun banyak toko eceran dimilliki secara independen. Terdapat peningkatan pada organisasi pengeceran korporat.
Lingkungan Eceran Baru
Pada masa lalu, pengecer mengamankan loyalitas pelanggan dengan menawarkan lokasi yang nyaman, pilihan barang khusus atau unik, layanan yang lebih banyak atau lebih baik dibandingkan oesaing, dankartu kredit toko. Berikut ini beberapa perkembangan eceran lainnya yang mengubah cara konsumen membeli serta cara produsen dan pengecer  menjual.
§  Bentuk dan kombinasi eceran baru.
§  Pertumbuhan persaingan antarjenis
§  Persaingan antar pengecer berbasis toko dan nontoko.
§  Pertumbuhan pengecer raksasa.
§  Penurunan pengecer pasar menengah.
§  Pertumbuhan investasi dalam teknologi.
§  Profil global pengecer utama.
Keputusan Pemasaran
PASAR SASARAN Sebelum pengecer mendefinisikan  dan menentukan profil pasar sasaran, pengecer tidak dapat membuat keputusan konsistenn tentang pilihan produk, dekorasi toko, dll.
PILIHAN PRODUK Pilihan produk pengecer harus sesuai dengan harapan belanja pasar sasaran. Penegcer harus memutuskan lebar dan dalam pilihan produk.
Tantangan sebenarnya dimulai setelah menentukan pilihan produk toko, yaitu mengembangkankan strategi diferensiasi produk. Berikut ini merupakan beberapa kemungkinan:
§  Menampilkan merek nasional yang ekslusif yang tidak tersedia di pengecer pesaing.
§  Menampilkan hampir selurunya barang merek pribadi.
§  Menampilkan acara besar tentang barang yang unik.
§  Menampilkan barang yang mengejutkan atau terus berubah.
§  Menampilkan barang terkini atau terbaru terlebih dahulu.
§  Menawarkan layanan penyesuaian barang.
§  Menawarkan pilihan bagi target yang sangat dicari.
PENGADAAN BARANG Setelah memutuskan strategi pilihan produk, pengecer harus menentukan sumber barang, kebijakan, dan praktik. Toko menggunakan probabilitas produk langsung untuk mengukur biaya penanganan produk dari saat barang tiba di gudang sampai dibeli oleh pelanggan di toko eceran.
HARGA Adalah faktor positioning kunci dan harus diputuskan dalam hubungannya dengan pasar sasaran, bauran pilihan produk dan jasa, dan persaingan.
JASA Bauran jasa adalah alat kunci untuk mendiferensiasikan satu toko dari toko lainnya. Pengecer harus memutuskan bauran jasa untuk menawarkan hal-hal berikut pada pelanggan, yaitu layanan pembeli, layanan pascapembelian, layanan tambahan.
ATMOSFER TOKO Atmosfer adalah elemen lain dalam melengkapi toko. Setiap toko mempunyai penampilan dan tata letak fisik yang bisa mempersulit atau mempermudah orang untuk bergerak. Berikut ini cara safeway meningkatkan laba dengan merenovasi tampilan tokonya secara seksama, yaitu dinding, pencahayaan, penandaan, departemen sayur dan buah, lantai dan roti dan kue.
KEGIATAN DAN PENGALAMAN TOKO Pertumbuhan e-commerce telah memaksa pengecer bata-dan-semen tradisional untuk memberi respons. Selain keunggulan alami mereka, seperti produk yang dapat benar-benar dilihat, disentuh, dan diuji oleh pembelanja, layanan dan pelanggan secara nyata, dan tidak ada waktu tunggu pengiriman bagi pembelian ukuran kecil dan menengah, mereka juga memberikan pengalaman belanja sebagai pembeda yang kuat.
KOMUNIKASI Pengecer menggunakan sarana komunikasi yang beragam untuk menghasilkan pembelian.
KEPUTUSAN LOKASI Tiga kunci keberhasilan eceran aalah “lokasi, lokasi dan lokasi”. Pengecer dapat menempatkan toko-tokonya dilokasi berikut, pusat kawasan bisnis, pusat belanja regional,pusat perbelanjaan setempat, jalur belanja, lokasi di dalam sebuah toko yang lebih besar.
v  Label Pribadi
Merek label pribadi adalah merek yang dikembangkan oleh pengecer atau pedagang grosir. Merek pribadi memperoleh kenaikan dengan cepat sehingga banyak produsen merek terkemuka menjadi ketakutan.
Peranan Merek Pribadi
Mengapa perantara ingin untuk mensponsori merek mereka sendiri? Pertama, hal tersebut lebih menguntungkan. Kedua, pengecer mengembangkan merek toko ekslusif untuk mendiferensiasikan diri mereka dari pesaingnya. Generik adalah produk umum yang tidak bermerek, dikemas secara sederhana, versi yang murah untuk produk seperti spaghetti, dll.
Ancaman Label Pribadi
Kekuatan yang terus tumbuh dari merek toko bukanlah satu-satunya penyebab melemahnya merek nasional. Banyak konsumen menjadi lebih sensitif terhadap harga. Produsen pesaing dan pengecer nasional meniru dan menduplikasi kualitas merek terbaik. Untuk menjaga kekuatannya, pemasar merek terkemuka berinvesatsi secara besar-besaran pada R&D untuk mengeluarkan merek baru.
v  Perdagangan Grosir
Perdagangan grosir mencakup semua kegiatan dalam penjualan barang atau jasa kepada mereka yang membeli atau menjual kembali untuk keperluan bisnis. Secara umum, pedagang grosir lebih efisien dalam melaksanakan satu atau lebih fungsi-fungsi berikut, yaitu penjualan dan promosi, pembelian dan pembentukan pilihan barang, pemecah jumlah besar, pergudangan, transportasi, pembiayaan, penanggungan resiko dan informasi pasar, dan layanan manajemen dan konseling.
Tren dalam Perdagangan Grosir
Pedagang grosir-ditributor menghadapi banyak tekanan terhadap pada beberapa tahun terkahir sumber pesaingan baru, pelanggan yang menuntut, teknologi baru dan program pembelian langsung yang semakin banyak dari pembeli industri besar. Salah satu dorongan utama bagi pedagang grosir adalah meningkatkan produktivitas aset dengan mengelola persediaan dan piutang dengan lebih baik.
v  Logistik Pasar
Logistik pasar meliputi perencanaan infrastruktur untuk memenuhi permintaan, lelu mengimplementasikan dan mengendalikan aliran fisik bahan dan barang akhir dari titik asal ketitik penggunaan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan laba.
Sistem Logistik Terintegrasi
Tugas logistik pasar memerlukan sistem logistik terintegrasi, yang meliputi manajemen bahan, sistem aliran bahan, dan distribusi fisik dibantu oleh teknologi informasi.
Tujuan Logistik Pasar
Banyak perusahaan menyatakan tujuan logistik pasar mereka sebagai “menempatkan barang yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat dengan biaya terendah”.
Keputusan Logistik Pasar
PEMROSESAN PESANAN Sebagian perusahaan saat ini berusaha mempersingkat siklus pemesanan sampai pembayaran, yaitu waktu antara penerimaan pesanan, pengiriman dan pembayaran.
PERGUDANGAN Semua perusahaan harus menyimpan barang jadi sampai barang itu terjual karena siklus produksi dan konsumsi jarang sesuai.
PERSEDIAAN Tingkat persediaan merepresentasikan biaya utama.
TRANSPORTASI Pilihan transportasi akan memengaruhi penetapan harga produk, kinerja, pengirim tepat waktu, dan kondisi barang ketika barang itu tiba, yang semuanya memengaruhi kepuasan pelanggan.
Pelajaran Organisasional
Strategi logistik pasar harus diturunkan dari strategi bisnis, bukan hanya dari pertimbangan harga. Sistem logistik harus memberikan informasi intensif dan membentuk hubungan elektronik di antara semua pihak yangberkepentingan.




















Rangkuman manajemen pemasaran
(bab 12, 13, 14, 15, 16)
Universitas Pakuan
iIIb- manajemen
Di susun oleh:
*  RATNA KARINA                (0211 11 074)



Manajemen – Fakultas Ekonomi
Universitas Pakuan
2012